Puncak Pekan Adventus, Lapas Wahai Gelar Ibadah Natal Penuh Khidmat
Wahai, indonesiatimur.co – Puncak perayaan Natal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai berlangsung penuh khidmat dan sukacita bagi Warga Binaan yang beragama Kristiani yang bertempat di Gereja Ebenhaezer Lapas, Kamis (25/12/2025). Rangkaian kegiatan yang diawali dengan ibadah Adventus selama empat pekan tersebut, ditutup dengan ibadah Natal bersama yang menghadirkan momen haru bagi Warga Binaan dan Para Petugas yang merayakan Natal.
Salah satu Warga Binaan, RR, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan dapat merayakan Natal di balik jeruji dengan penuh makna. “Ibadah Hari Raya Natal ini menjadi penguat mental dan spiritual, serta menumbuhkan semangat harapan kami di tengah masa pembinaan untuk menjadi lebih baik saat bebas nanti,” ucap RR.
Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, yang turut beribadah bersama menyatakan bahwa perayaan Natal merupakan wujud nyata dari pemenuhan hak Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang pemasyarakatan. “Juga sebagai sarana pembinaan dimana Ibadah Natal dilihat sebagai momentum penting untuk penguatan iman, peningkatan kualitas pembinaan kepribadian, dan pembinaan kerohanian yang berkelanjutan bagi Warga Binaan yang beragama Kristen dan Katolik,” ungkap Tersih.
Ia pun berharap momentum Natal tahun ini lebih membangkitkan semangat para Warga Binaan. “Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat baru, kasih, dan kedamaian bagi Warga Binaan dalam menjalani masa pidana dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” harap Kalapas.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Ibadah Natal di Lapas Wahai. “Ibadah Natal ini menjadi pengingat akan peran setiap insan pemasyarakatan dalam membangun kehidupan penuh kasih dan memberi harapan dalam pola pembinaan bagi Warga Binaan,” jelas Ricky.
Ia pun mengingatkan jajaran Pemasyarakatan Maluku untuk terus meningkatkan kewaspadaan selama periode Natal dan Tahun Baru, sambil tetap memberikan pelayanan prima. “Kami memandang ibadah Natal sebagai aspek krusial dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial, serta menjamin hak-hak dasar warga binaan selama menjalani masa pidana. Untuk itu melalui semangat Natal mari kita perkuat nilai kekeluargaan dan membawa kedamaian, kebersamaan, serta harapan bagi Warga Binaan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat” pungkas Ricky.
Ibadah Natal Lapas Wahai itu sendiri berjalan lancar dan penuh khidmat dimana inti dari khotbah yang dipimpin oleh Majelis Jemaat Gereja Bethsan menekankan tentang harapan dan kedamaian, serta kasih Allah yang tidak terbatas bagi setiap orang termasuk bagi Warga Binaan yang ada dibalik jeruji. (it-06)


